Awal Mula Investasi

Aku akan bercerita awal mula kenapa aku memulai investasi di usia kira-kira 19 tahun. Perjalanan yang cukup dengan lika liku menurutku. Aku akan memulai ceritaku disini.

INVESTASI

5/5/20231 min read

green plant in clear glass cup
green plant in clear glass cup

Hai reader,

Aku ingin berbagi cerita pengalamanku sebelum dan saat memasuki dunia investasi. Orang tua ku bisa dibilang konservatif dalam keuangan. Jika ingin membeli sesuatu yang diinginkan, aku diajarkan untuk menabung. Contohnya, ketika sedang tren sepatu roda. Aku harus menyisihkan duit jajanku di celengan untuk membelinya. Ketika duitnya terkumpul, saya membawa celengan ke tempat jual sepatu roda dan langsung menukarkannya. Senang sekali rasanya karena duit hasil jerih payah menahan jajan menghasilkan sepatu roda. Jadi orang tuaku memberitahu jika ada uang, tabung atau beli emas saja.

Saat SMA saya mengambil jurusan IPS, disana belajar mengenai saham. Saat itu saya menjadi penasaran sekali tentang saham, akhirnya saya menggali banyak informasi. Hasil pencarian saya saat itu menemukan bahwa hanya orang-orang kaya yang bisa memiliki saham. Akhirnya saya pesimis untuk masuk kedalam dunia saham. Awal kuliah saya mengambil prodi akuntansi, disana juga belajar mengenai saham. Bahkan ada dosen bercerita mengenai pengalamannya. Hal itu membangkitkan semangat saya untuk belajar saham lagi.

Akhirnya saya mencoba reksadana (RD) di keranjang hijau terlebih dahulu. Selama 3 bulan sudah menyishkan 300 ribu di RD dengan keuntungan sekitar 18 ribu. Hasil yang cukup membuat terkesima, karena jika ditaruh di bank/cash hasilnya mungkin menjadi 200 ribuan. Setelah mencari tau, ternyata ada sekuritas yang dapat daftar secara online dan memiliki minimal nominal yang rendah. Saya cari tau profil dan berita sekuritas tersebut dan hasilnya dapat dipercaya. Semester 1 kuliah, akhirnya perjalanan saya berinvestasi saham DIMULAI. Modal pencarian saya dari SMA, saya memantapkan diri untuk memulai rasa penasaran yang sudah lama.

Saya bercerita ke orang tua mengenai saham ini dan mendapatkan penolakan. Pengalaman temannya yang bangkrut dari saham menimbulkan penolakan atas perjalanan ini. Saya menjawab bahwa temannya bukan berinvestasi tetapi scalping/trading dan bermain terlalu greedy. Akhirnya dengan penjelasan saya tersebut, orang tua saya membolehkan perjalanan ini berlanjut dengan dibekali banyak petuah tentunya hehe...

Sampai sini dulu ceritaku, part selanjutnya aku akan melanjutkan cerita perjalanan saat sudah memasuki dunia persahaman.

Terimakasih sudah mampir disini, semoga harimu penuh makna dan bersyukur disegala keadaan ya.