Perjalanan Asuransi (1)

Aku akan melanjutkan perjalanan asuransiku.

ASURANSI

5/24/20231 min read

man holding umbrella
man holding umbrella

Hai readers,

Aku mau melanjutkan cerita asuransiku. Aku merasakan perbedaan pelayanan antara asuransi swasta dan negeri. BPJS membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam prosesnya. Sehingga aku membeli asuransi swasta untuk lebih memproteksi ketika aku sakit. Jika punya asuransi kantor, apakah kita butuh asuransi pribadi lagi? menurutku perlu, asuransi kantor memiliki batasan tertentu mengenai area yang dicover, besaran manfaat, dan kalo kamu keluar dari perusahaan tersebut maka hak asuransi pun juga ikut terhenti.

Banyak yang berkata "masuk asuransi sedini mungkin". Kata-kata itu menurutku benar. Semakin dini maka premi asuransinya makin murah dan kemungkinan diterima lebih mudah karena belum ada penyakit berat yang menghinggap.

Ada perkataan "setelah 10 tahun bisa dicairkan". Kata-kata itu menurutku kurang tepat. Ketika kita ikut asuransi, maka ada biaya biaya yang perlu dibayar seperti biaya asuransi, biaya akuisisi, biaya administrasi, dan biaya lainnya. Investasi yang kita bayarkan untuk menjaga agar premi kita bisa stabil terus. Oleh karena itu, jika kita mengambil hasil investasinya, maka setelah 10 tahun mungkin diharuskan topup atau benefit asuransinya terhenti. Kenapa gitu? Karena premi asuransi kita sudah tidak mencukupi untuk mengcover biaya-biaya asuransi yang ada. Makanya aku menyarankan untuk tidak mengambil hasil investasinya.

Ada kata-kata apalagi yang pernah kamu dengar mengenai Asuransi dan membuat kamu takut masuk asuransi? boleh komen dibawah ya